Blue Ocean Strategy

Duh...ngeri juga nih, di penghujung 2008 kemaren Indonesia terkena dampak dari "Krisis Ekonomi Global" yang di picu oleh tingginya kredit macet perumahan dan investasi menuju hancurnya sistem ekonomi finansial dan perbankan di US sana, para ekonom (ahli ekonomi) memprediksi di 2009 pasti akan terasa efeknya, antara lain : eksport menurun terutama pasar US, kemampuan produksi perusahaan menurun, tingkat PHK meningkat, SBI naik yang pastinya akan berpengaruh kepada proses investasi dan produksi yang akan menjatuhkan segala jenis usaha.

Lalu saya ingat lagi dengan Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy) kira2 bisa ga sih strategi ini bertahan di global krisis sekarang ini? Buka2 lagi deh buku Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy) yang saya punya, buku karangan W.Chan Kim dan Renee Mauborgne ini mereka memplot strategi persaingan bisnis dalam dua jenis, pertama Red Ocean Strategy (Strategi Samudra Merah) yang menekankan kepada kompetisi dan persaingan ketat dan “berdarah”, saling hantam, dan mematikan. Sedangkan yang kedua adalah Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy), suatu strategi yang membidik ruang pasar baru dengan sentuhan inovasi nilai (value innovation). Menjadikan persaingan tidak relevan!.
Faktor-faktor kompetisi (competition factors) dalam persaingan peruhasaan dievaluasi. Hasilnya, ada faktor kompetisi yang dihilangkan (Elimination), dikurangi (Reduce), ditingkatkan (Increase) dan diciptakan (Create), E-R-I-C. Strategi Samudra Biru berorientasi pada inovasi nilai (value innovation). Ya,..memang banyak perusahaan yang terjebak dengan selalu mengedepankan inovasi teknologi (technology innovation). Mereka berasumsi bahwa menjual produk dengan teknologi tinggi dan super canggih akan secara otomatis diterima pasar dan meraih sukses besar. Kenyataannya tidak!. Kenyataanya, banyak produk (barang) atau jasa dengan teknologi ”biasa” namun apabila value yang ditawarkan tepat dan menarik bagi konsumen, akan laris manis. Strategi Samudra Biru memberikan penekanan yang sama terhadap value dan innovation.

Kanvas Strategi dipakai sebagai tool dalam memplot kondisi dan perbandingan dengan pesaing (competitor). Metode ini tergolong simpel dan dengan mudah memberikan gambaran dimana kompetisi saat ini sedang terjadi. Sumbu-X terdiri dari faktor-faktor kompetisi, semua faktor yang menjadi ajang kompetisi suatu produk (barang atau jasa). Contohnya untuk produk LCDTV; harga, fitur, kemudahan pemakaian, outlook design, layanan purna jual dan yang lainnya, menjadi faktor-faktor kompetisi. Bagimana dengan tipe bisnis yang lain?, ya jelas, faktor-faktor kompetisinya berbeda. Sedangkan Sumbu-Y merupakan relative level, yang terdiri dari level rendah (low), menengah (medium) dan tinggi (high). Kemudian dibandingkan dengan pesaing (competitor).
Bagaimana mengembangkan bisnis ke zona Samudra Biru?. Salah satu yang paling penting adalah menemukan New Value Factor. W.Chan Kim dan Renee Mauborgne memberikan tool six paths framework. Batasan-batasan konvensional kompetisi terdiri dari:

- Path 1 : across alternative industries

- Path 2 : across strategic groups within industries

- Path 3 : across the chain of buyers

- Path 4 : across complementary product and service offerings

- Path 5 : across functional or emotional appeal to buyers

- Path 6 : across time
Banyak perusahaan kelas dunia yang disajikan sebagai contoh sukses, juga dideskripsikan bagaimana mereka mampu mengeksplorasi batasan-batasan kompetisi dengan mengembangkan dan menyajikan produk atau layanan inovatif.

Pada bagian lain buku ini, W.Chan Kim dan Renee Mauborgne menuliskan bahwa terdapat tiga ciri atau karekteristik strategi yang baik:

- Focus (fokus) - Divergence (divergensi) - Compelling Tagline (slogan/motto yang menarik)

Yang tidak kalah menarik perhatian saya adalah yang ketiga ini; ”slogan/motto”. Hanya sekadar kata-kata menarik dan indah-kah?. Oh.. ternyata tidak!. Slogan/motto ini yang akan ”berbicara” ke pasar mengenai keunggulan produk atau layanan yang ditonjolkan. Jadi tidak sekadar rangkaian kata-kata puitis nan indah. Lebih dari itu!
Lalu, mungkinkah Strategi Samudra Biru dapat diaplikasikan pada negeri tercinta ini yang sedang bergeliat keluar dari bayang2 krisis ekonomi global, sehingga dapat segera lepas dari jerat keterpurukan dan menjadi bangsa yang kompetitif?.

Yang jelas, Prof. Kim pernah mengatakan bahwa Bule Ocean Strategy merupakan a way of thinking. Suatu cara pikir yang mendorong kita untuk lebih kreatif dalam menciptakan new value. Untuk para pebisnis, mahasiswa, praktisi pengembangan produk dan perencana strategi perusahaan sepertinya sangat cocok membaca buku international bestseller ini.
Bagaimana dengan strategi bisnis Anda; sudahkah fokus, divergence, dan memiliki slogan/motto menarik yang mampu berbicara ke pasar?.

sumber : Buku BOS, hardipurba

Nari Ondel-Ondel


Waduh, akhirnya jadwal "pentas" my little boy dateng juga nih...tgl 10 feb kemaren di istora senayan. Acara dari sekolahnya, liat tuh "Reyhan" paling ganteng...(ya iyalah cowok sendiri-an). Waktu persiapannya kalo di inget2 busyet...ribet juga tuh...dari latihan, gladi resik dll, udah gitu karena salah satu anak murid yang paling besar...eehh...kostumnya kaga ada yang muat...jadinya gurunya deh yang pontang-panting nyariin size yang sesuai.

Kalo yang di bawah ini "Reyhan & Bunda" lagi mejeng...mayan buat kenang-kenangan kapan lagi ya ga bun, .. eehh..reyhan mo punya adik ya? liat tuh bundanya "endut"...


~REYHAN on the Show...~

see you...bye...

Acara 7-Bulanan

Alhamdulillah, hirobbillalamin...
Kami ucapkan syukur kepada "Alloh SWT" atas ijin dan karunia-Nya kami sekeluarga masih di berikan Iman dan Islam, Nikmat Kesehatan dan Nikmat2 lainnya...Sholawat dan Salam selalu kami sampaikan kepada Junjungan Baginda Nabi Besar "Muhammad SAW".

Ga kerasa juga nih, waktu yang kami jalani dalam hidup ini, begitu juga dengan usia kehamilan istri saya untuk yang ke dua kalinya (udah 7 bulan man) ...alhamdullah selama ini kandungannya sehat. Bagi sebagian pasangan dalam memasuki 7-bulan ini biasanya ada tradisi acara 7-bulanan yaitu mengadakan acara selametan (ada juga yang dalam usia 4-bulan kehamilan) dengan pengajian biasanya dengan "Surah Yusuf dan Surah Maryam" tujuannya juga udah jelas kali ya...agar supaya ibu dan janin selalu dijaga dalam kesejahteraan dan keselamatan (wilujeng, santosa, jatmika, rahayu). Acara 7-bulanan kami yang kemaren (sabtu, 7 Feb '09) di laksanakan di rumah "nyokap dan bokap" (rumah ortu) di cilegon city, karena ya itu tadi saya dan istri ga sanggup mempersiapin semuanya untuk acara 7-bulanan ini ya terpaksa deh minta tolong ama ortu (ngerepotin terus ya) alhamdulillah meraka mau bantu, dengan mengundang ibu-ibu pengajian yang diikuti nyokap gw acara di mulai sekitar pukul 13.30 (ba'da zuhur). Acara hari sabtu siang kami sekeluarga baru sampe di cilegon jam 11 malem (malem sabtu), itu pun ga langsung ngebantuin nyokap yang masih sibuk nyiapin buat makanan dan kue2 ringan (snack), setelah rebahan sebentar mulai deh bantuin yang bisa di kerjain saya dan " Reyhan" anak pertama kami bikin kardus untuk kue mulai dari lipetin sampe jadi kotak kue kalo istri sih ke dapur gabung ama nyokap.

Pagi nya saya bantuin "marut" buah buat rujak, siapin lokasi buat acaranya, siapin sound sistem, geser2 meja dan kursi biar kaga sumpek, siapin alat dokumentasi dll. Due date acara yang di rencanakan di mulai dengan berdatangannya ibu2 dari majlis ta'lim satu persatu sampe acara di buka oleh pembawa acara dan pengajian di mulai di pimpin ama imamnya, karena ini acara nya kaum perempuan saya ga ikut dan milih jadi juru potret dan kumpul ama bokap di balakang rumah sambil ngemil "comro". Alhamdulillah sampe acara selesai semuanya lancar aman dan terkendali.

Akhirnya kami semua keluarga (istri, reyhan, ortu dan semuanya) cuman bisa berdo'a semoga janin yang ada di dalam rahim istri sehat wal'afiat, bayi yang lahir juga sehat wal'afiat sehat jasmani dan rohaninya, sehat fisik dan mentalnya, sehat lahir dan bathinnya normal keadaannya, di mudahkan dan selamatkan bayi dan bundanya ketika persalinan, semoga persalinannya bisa berjalan dengan lancar dan selamat.

Semoga anak-anak kami menjadi anak yang soleh dan sholehah, mengikuti semua perintah-Mu dan menjauhi segala larangan-Mu ya Alloh, Mengikuti Al-Qur'an dan Rosullullah Muhammad SAW, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi nusa bangsa dan agama serta sesama...
Amin ya Robbal-alamin.

Manajemen Perubahan Dan Harapan

Tak Peduli Seberapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga...ini yang menjadi salah satu provokasi bagaimana kita harus bisa untuk melakukan sesuatu agar tidak terjadi / mengalami Kegagalan, keterpurukan dll, demikian di ungkapkan oleh Rheinald Kasali, Ph.D. disalah satu bukunya "CHANGE" salah satu buku favorit saya.

Berubah atau mati! wuiihh..extreem banget ya kedengerannya, tapi itulah yang harus kita lakukan untuk memilih jalan yang akan kita lalui. Perubahan ini bisa dilakukan oleh siapa saja baik itu individu, negara, kelompok (perusahaan, partai politik dll) yang semuanya bermuara untuk bertahan hidup, dan kelangsungan hidup. Dalam setiap perubahan selalu ada dua pihak: mereka yang menganut asas "seeing is believing" dan "believing is seeing". Padahal untuk menciptakan perubahan, pertama-tama harus ada yang bisa mengajak semua pihak "melihat". Namun ini saja tidak cukup. Mereka yang "melihat" belum tentu "bergerak" dan yang "bergerak" belum tentu "mampu menyelesaikannya", oleh karena itu di butuhkan seseorang yang berperan sebagai pemimpin atau leader. Dan sebagian orang telah terperangkap oleh kesuksesan masa lalu.


Lalu bagaimana "perubahan" atau "Change" pada diri saya pribadi..? dan keluarga saya..? itulah pikiran yang selalu mampir di benak saya, tiap hari, tiap malam karena dengan status saat ini perubahan pada diri dan keluarga saya harus secepatnya terjadi kalau saya tidak mau "kebakaran Jenggot" jika sesuatu hal akan terjadi dan belum bisa saya antisipasi, perubahan yang di maksud antara lain:
  • Perubahan Takwa saya kepada-Nya
  • Perubahan kedewasaan dan cara pandang dan pola pikir
  • Perubahan cara memimpin
  • Perubahan financial and economic demand
  • Dan perubahan semua aspek pada diri saya dan keluarga untuk selulu mendapatkan "Ridho-Nya"

Ada sesuatu hal belum bisa saya definisikan untuk memulainya, dan inilah satu hal yang sulit dan sedang saya cari, How to Start...can I? lalu siapkah saya untuk menjalani perubahan itu, padahal tidak semua orang mau dan mampu untuk berubah...

Innovation

Kata inovasi dapat diartikan sebagai "proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Inovasi sebagai suatu “obyek” juga memiliki arti sebagai suatu produk atau praktik baru yang tersedia bagi aplikasi, umumnya dalam suatu konteks komersial. Biasanya, beragam tingkat kebaruannya dapat dibedakan, bergantung pada konteksnya: suatu inovasi dapat bersifat baru bagi suatu perusahaan (atau “agen/aktor”), baru bagi pasar, atau negara atau daerah, atau baru secara global. Sementara itu, inovasi sebagai suatu “aktivitas” merupakan proses penciptaan inovasi, seringkali diidentifkasi dengan komersialisasi suatu invensi. Istilah inovasi memang sering didefinisikan secara berbeda, walaupun pada umumnya memiliki pemaknaan serupa. Inovasi, dalam ilmu lingusitik adalah fenomena munculnya kata-kata baru dan bukan kata-kata warisan. Inovasi berbeda dengan neologisme.

Inovasi merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru (the successful exploitation of a new idea; Mitra, 2001 dan the British Council, 2000), atau dengan kata lain merupakan mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman untuk menciptakan produk, proses dan jasa baru. Inovasi juga adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 tahun 2002).