Silver Metallic-My First Car

Ups..udah dua tahun nih si "Silver metallic" nemenin gw sekeluarga, ya "dia" adalah my first car. Selama itu pula dia selalu jadi temen yang baik buat gw, istri dan reyhan (jagoan gw). Dalam pengabdiannya emang kadang kala bisa bikin ribet dan mengesalkan. My first car ini gw beli dari lungsuran temen sekantor yang at that time beliau mau ganti alias upgrade mobilnya.

My first car ini rakitan pabrik Hyundai Korea-ya Hyundai Accent besutan taon 2000 silver metallic. Pada saat lagi hunting mobil second kami bingung mau pilih yang mana? yang harus sesuai dengan budget yang ada, karena kami ga mau beli dengan cara nyicil masa udah beli mobil seken nyicil pula (apa kata dunia), lagi pula kami ga mau beli mobil yang malah ngerepotin alias masih harus banyak perbaikan (namanya juga mobil seken) jadi harus hati2 sekali. Cari2 lewat browsing dan koran ternyata pas lagi diskusi ada informasi dari temen bilang mendingan beli mobilnya si "Cahyo" aja boss, itu loh sedan Hyundai Accent Silver. Pertamanya gw masih ragu kan itu mobil asal Korea? selama ini kan kebanyakan yang di cari adalah mobil asal Jepang bukan? tapi OK lah ga adas alahnya di liat dulu, eh ternyata ko mobilnya masih OK banget pas gw liat bisa di bilang cinta pada pandangan pertama gitu deh. Setelah serius dan menayakan si empunya mobil tawar menawar pas langsung tancap gas.

Sejak itu kita sekeluarga keluar rumah pasti di temenin ama si silver metallic ini, gw/istri ke kantor, istri mau jalan ke mall, anak minta jalan pas liburan, pulang kampung, ke dokter, belanja mingguan di pasar tradisional, cari2 barang dagangan, kondangan, jenguk temen/famili kalo ada yang sakit dll. Pernah pas lagi ngajak keponakan berenang di taman golf sawangan pas pulang AC nya ga dingin padahal AC posisi ON dan nyala ya udah deh selama pulang di jalan kepanasan udah gitu di daerah pondok cabe macetnya minta ampun udah gitu karena ini mobil "sedikit gaul" ya itu kaca film nya yang transparan makin panas aja deh. Kisah sedih lainnya adalah komentar dari anak tetangga yang bilang mobilnya mobil taksi dan anak tersebut bilang ke anakku ya kontan aja anakku bilang ini bukan mobil taksi karena ga ada lampunya di atasnya (hyundai accent ini emang di pake sebagai armada salah satu operator taksi di jakarta). Gw ama istri bingung ko bisa2nya ya anak kecil tau ini jenis mobil yang di pake taksi..karena ga mau ada masalah ama tetangga kita semua berpikir positif aja...palingan pas kita beli mobil orang tuanya sirik dan membicarakan masalah mobil ini, ya namanya juga anak kecil pasti dengernya dari ortunya donk...padahal sekarang Alphard aja ada yang di pake buat taksi kan?

Padahal dari segi performance mobil ini OK banget, sedikt gaul kaca film transparan, ban ukuran gede membalut pelk racingnya, audio full accessories dengan power system 200watt, asuransi all risk (mana ada pihak asuransi mau kalo ga liat kondisinya kan?), jok semi kulit, busi racing, oli shell helix, peredam suara dan panas pokonya top banget deh, pernah gw kebut2an di toll dengan toyota vios keluaran baru...gilee gw cuman kalah setengan body cing...nyengir bangga gw...seinget gw, gw cuman ganti AC ex singapore kerana dair awal pemilik sebelumnya udah bilang kalo AC nya "ngorok" alias bunyi berisik tapi masih dingin (jujur dia), shock breaker depan belakang karena ini penting untuk kenyamanan (maklum pas gw beli tuh mobil udah berumur 7 taon) selebihnya gw perawatan rutin dealer hyundai margonda depok.

Sejalan dengan iringan waktu ada wacana untuk ganti mobil dengan mobil keluarga kalo udah ada anak 2, alhamulillah Tuhan YME emang mendengar doa kami untuk mewujudkan rencana ini alasannya kalo udah punya anak 2 repot kalo jenis sedan sempit, bayangin aja 2 anak 2 pembantu..sedan mah ga cocok. Tapi lagi2 si Silver Metallic ini berjasa lagi buat kami sekeluarga ketika istriku dalam proses kehamilan sampai persalinan mulai dari konsultasi ke dokter, nyari makanan pas lagi hamil muda di saat habis masa baktinya karena kita udah DP untuk mobil baru di dealer Auto2000 dan si silver metallic ini udah di bayar lunas ama tuan barunya. Pas istri persalinan dan anak kami lahir dengan selamat selang 2 hari mobil baru kami dateng dari dealer dengan warna yang sama "Silver Metallic" kelahiran 2009, padahal selama mondar mandir rumah-rumah sakit gw masih pake tuh mobil sedannya (mobil baru gw kan belum ada plat nomer nya)..makasih banget ama yang beli tuh mobil masih boleh make mobilnya padahal secara "de facto" udah bukan milik kami lagi abis udah di bayar lunas.

Terimakasih Tuhan, engkau telah mengabulkan doa kami...sekarang kami di percaya untuk bisa memiliki mobil keluaran terbaru...merasakan kenyamanan mobil baru...merasakan kebanggaan bisa memiliki mobil baru dari dealer...semoga mobil ini makin bisa jadi semangat kami sekeluarga untuk selalu beribadah kepada-Mu...bisa menjadi kendaran yang barokah...selalu selamat dalam perjalanan...amien.

Welcome to The World, Dzaky Haidar Rizky

Waduh, sudah lama juga ya saya nggak update blog ini. Hmm...waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa. Begitu banyak yang terjadi. Begitu banyak yang ingin diceritakan. Karena selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa.

Hampir sebulan lalu perhatian dan energi saya begitu tersita dengan kehadiran "Prime Customer" saya yang kedua. Tepatnya, tanggal 30 Maret 2009 - 22:10 lalu, telah lahir putra kedua kami di RS. BUNDA Margonda, Depok.
Syukur tak terhingga kami panjatkan kehadirat Sang Maha Pengasih Maha Penyayang. Amanah baru ini begitu membahagiakan kami. Kehadirannya menggenapi kebahagiaan kami sekeluarga.

Dzaky Haidar Rizky adalah nama yang kami berikan untuknya, dengan harapan bisa menjadi insan yang cerdas (emosional dan intelektual), pembrani membela kebenaran dan hak2nya, serta menjadi dermawan yang banyak rizkinya dari jalan yang halal Karena ia juga sama dengan abang nya Reyhan Haidar Akmal, maka namanya pun kami buat hampir serupa.
Ucapan selamat dan doa dari para rekan, sahabat dan handai taulan terus berdatangan. Semoga ini menjadi energi positif yang akan membekali langkah Dzaky ke depan. Semoga...

Six Sigma Way

Apa itu Six Sigma?
Mungkin barang ini udah usang kali ya, tapi ilmu ini juga sangat bagus dan sayang kalo di tingalkan begitu aja, karena memang sudah banyak orang atau institusi yang menggunakan metode ini sepeti Motorola, GE, LG Electronics dll. Six Sigma adalah referensi dari pada level kualitas produksi dari manufakturing proses, tapi masih banyak perusahaan terutama perusahaan tradisional percaya bahwa 99.9% level kualitas adalah baik, padahal sebenarnya masih banyak proses yang belum mencapai 99.9% tersebut seperti contoh yaitu: masih banyaknya pesawat yang terlalu panjang atau pendek saat landing, masih banyak kesalahan dalam perumusan resep di apotik dll. Six Sigma juga adalah usaha yang terus menerus untuk mengurangi waste, menurunkan variance dan mencegah defect. Six sigma merupakan sebuah konsep bisnis atau kegiatan yang berusaha untuk menjawab permintaan pelanggan terhadap kualitas yang terbaik dan proses bisnis yang tanpa cacat. Kepuasan pelanggan dan peningkatannya menjadi prioritas tertinggi, dan six sigma berusaha menghilangkan ketidakpastian pencapaian tujuan bisnis tersebut. Untuk lebih mudahnya, Six sigma dapat dijelaskan dalam dua perspektif, yaitu Perspektif Statistik dan Perspektif Metodologi.

Perspektif Statistik
Sigma dalam statistik dikenal sebagai standar deviasi yang menyatakan nilai simpangan terhadap nilai tengah. Suatu proses dikatakan baik apabila berjalan pada suatu rentang yang disepakati atau di targetkan. Rentang tersebut memiliki batas, batas atas atau USL (Upper Specification Limit) dan batas bawah atau LSL (Lower Specification Limit) proses yang terjadi diluar rentang disebut cacat (defect). Proses Six Sigma adalah proses yang hanya menghasilkan 3.4 DPMO (defect permillion opportunity).


Perspektif Metodologi
Six Sigma merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyelesaikan masalah dan peningkatan proses melalui fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). DMAIC merupakan jantung analisis six sigma yang menjamin voice of costumer berjalan dalam keseluruhan proses sehingga produk yang dihasilkan memuaskan pelanggan. Ada juga jantung laeinnya dalan bagian research and development yaitu DIDOV.
Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, mengetahui CTQ (Critical to Quality).

Measure adalah fase mengukur tingkat kecacatan pelanggan (Y).

Analyze adalah fase menganalisis faktor-faktor penyebab masalah/cacat (X).

Improve adalah fase meningkatkan proses (X) dan menghilangkan faktor-faktor penyebab cacat.

Control adalah fase mengontrol kinerja proses (X) dan menjamin cacat tidak muncul.

Sejarah
Adalah Carl Frederick Gauss (1777 - 1885) yang pertama kali memperkenalkan konsep kurva normal dalam bidang statistik. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Walter Shewhart di tahun 1920 yang menjelaskan bahwa 3 sigma dari nilai rata-rata (mean) mengindikasikan perlunya perbaikan dalam sebuah proses. Pada akhir tahun 1970, Dr. Mikel Harry, seorang insinyur senior pada Motorola’s Government Electronics Group (GEG) memulai percobaan untuk melakukan problem solving dengan menggunakan analisa statistik. Dengan menggunakan cara tersebut, GEG mulai menunjukkan peningkatan yang dramatis: produk didisain dan diproduksi lebih cepat dengan biaya yg lebih murah. Metoda tersebut kemudian ia tuliskan dalam sebuah makalah berjudul ”The Strategic Vision for Accelerating Six Sigma Within Motorola”. Dr. Mikel Harry kemudian dibantu oleh Richard Schroeder, seorang mantan executive Motorola, menyusun suatu konsep change management yang didasarkan pada data. Hasil dari kerja sama tersebut adalah sebuah alat pengukuran kualitas yang sederhana yang kemudian menjadi filosofi kemajuan bisnis, yang dikenal dengan nama Six Sigma.

Perbedaan Six Sigma dan Total Quality Management (TQM):
Thomas Pyzdek, seorang konsultan implementasi Six Sigma dan penyusun buku "The Six Sigma Handbook", pada bulan Februari 2001, menjelaskan adanya perbedaan penting antara Six Sigma dan TQM yaitu, TQM hanya memberikan petunjuk secara umum (sesuai dengan istilah manajemen yang digunakan dalam TQM). Petunjuk untuk TQM begitu umumnya sehingga hanya seorang pemimpin bisnis yang berbakat yang mampu menterjemahkan TQM dalam operasional sehari-hari. Secara singkat, TQM hanya memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan kualitas. Kemudian konsep Total Quality Control, di tahun 1950, menunjukkan bahwa kualitas produ bisa ditingkatkan dengan cara memperpanjang jangkauan standar kualitas ke arah hulu, yaitu diarea engineering dan purchasing. Akan tetapi ada beberapa kelemahan yang muncul pada pelaksanaan Total Quality Control yaitu: Terlalu fokus pada kualitas dan tidak memperhatikan isu bisnis yg kritikal lainnya.

Implementasi Total Quality Control menciptakan pemahaman bahwa masalah kualitas adalah masalahnya departemen Quality Control, padahal masalah kualitas biasanya berasal dari ketidakmampuan departemen lain dalam perusahaan yang sama. Penekanan umumnya pada standar minimum kualitas produk, bukan pada bagaimana meningkatkan kinerja produk. Six Sigma dalam pelaksanaannya menunjukkan hal-hal menjadi solusi permasalahan di atas.

Menggunakan isu biaya (Cost), Cycle Time dan isu bisnis lainnya sebagai bagian yg harus diperbaiki. Six sigma tidak menggunakan ISO 9000 dan Malcolm Baldrige Criteria tetapi fokus pada penggunaan alat untuk mencapai hasil yg terukur. Six sigma memadukan semua tujuan organisasi dalam satu kesatuan. Kualitas hanyalah salah satu tujuan, dan tidak berdiri sendiri atau lepas dari tujuan bisnis lainnya. Six sigma menciptakan Change Agent yang bukan bekerja di Quality Department. Green Belt adalah para operator yang bekerja pada proyek six sigma sambil mengerjakan tugasnya.

Faktor Penting dalam Implementasi Six Sigma:

Dukungan dari Top level. Six sigma menawarkan pencapaian yang terukur yang tidak akan mampu ditolak oleh pemimpin perusahaan, yang dikerjakan oleh seorang super star yg sangat tahu apa yg harus dilakukan di bidangnya (Black Belt, Project Champion, Executive Champion).

Tim yang hebat. Para Executive Champion, Deployment Champions, Project Champions, Master Black Belts, Black Belts, dan Green Belts adalah orang-orang yg terlatih dengan baik untuk mengerjakan proyek Six Sigma.
Training yg berbeda dengan yang pernah ada. Anggota proyek Six Sigma adalah mereka yang pernah ditraining secara khusus dengan biaya antara ribuan US dollar per Black Belt, yang akan dibayar melalui saving cost yg didapat dari setiap proyek Six Sigma.

Alat ukur yg baru, dengan menggunakan DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang berhubungan erat dengan Critical to Quality (CTQ) yang diukur berdasarkan persepsi customer, yang bisa dibandingkan antar departemen atau divisi dalam satu perusahaan. Tradisi perusahaan anyg baru, yaitu mempromosikan usaha untuk melakukan peningkatan kualitas secara terus menerus.

DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) merupakan tahapan/fase-fase dalam proses six sigma.

1. Define
Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, dan membangun tim. Fase ini tidak banyak menggunakan statistik, tools statistik yang sering dipakai pada fase ini adalah diagram cause efect (diagram sebab akibat) dan diagram pareto. kedua tool statistik tersebut digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan prioritas masalah.

Menentukan Masalah
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menentukan masalah adalah spesifik, menjelaskan secara tepat apa yang salah, bagian proses mana yang salah dan apa salahnya. Dapat diamati, menjelaskan bukti-bukti nyata suatu masalah. Bukti-bukti tersebut dapat diperoleh baik melalui laporan internal maupun umpan balik pelanggan. Dapat diukur, menunjukkan lingkup masalah dalam suatu ukuran. Dapat dikendalikan, masalah harus dapat diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Apabila masalah terlalu besar maka dapat dipecah-pecah sehingga dapat lebih dikendalikan.

CTQ (Critical to Quality)
Setelah semua varibel yang dipandang penting oleh pelanggan didapatkan dan diberi nilai terukur (varibel terukur tersebut disebut CTQ). dengan kata lain CTQ adalah sebuah karakteristik dari sebuah produk atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan (pelanggan internal atau eksternal)

2. Measurement
Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem pengukuran yang digunakan.

Analisis Sistem Pengukuran
Masalah yang muncul dalam pengukuran adalah variabilitas pengukuran yang dinyatakan dalam variance. varian total suatu pengukuran berasal dari varian yang ditimbulkan produk (part to part) dan varian akibat kesalahan pengukuran (gage).

Analisis Kapabilitas Proses
Kapabilitas suatu proses menggambarkan seberapa uniform proses tersebut. analisis kapablitas proses memperbandingkan kinerja suatu proses dengan spesifikasinya, suatu proses memiliki kapabilitas bila semua nilai variabel yang mungkin jatuh dalam batas spesifikasi.

3. Analyze
Fase analyze merupakan fasemencari dan menentukan akar sebab dari suatu masalah. masalah-masalah yang timbul terkadang sangat kompleks sehingga membuat kita bingung mana yang akan kita selesaikan.

Diagram Pareto
Diagram pareto digunakan untuk memprioritaskan masalah yang harus ditangani dengan aturan pengelompokan 80-20. 20% dari kecacatan akan menyebabkan 80% masalah.

Diagram Cause & Effect
Diagram Cause & Effect digunakan untuk mengorganisasi informasi hasil brainstorming sebab-sebab suatu masalah. diagram ini sering disebut juga dengan diagram fishbone karena bentuknya yang mirip dengan tulang ikan, atau diagram ishikawa untuk menghormati sang penemu.

Uji Hipotesis Rata-rata
Umumnya uji hipotesis rata-rata digunakan untuk menetapkan faktor kausatif (x) dengan cara menginformasikan sumber-sumber variasi. disamping itu juga untuk menunjukan perbedaan yang signifikan antara data baseline dengan data yang diambil setelah improvement dilakukan.

4. Improvement
Improve adalah fase meningkatkan proses (x) dan menghilangkan sebab-sebab cacat. Pada fase measure anda telah menetapkan variabel faktor (x) untuk masing-masing variabel respons (y). pada fase improve banyak melibatkan uji Design of Experiment (DoE). DoE merupakan suatu uji dengan mengubah-ubah variabel faktor sehingga penyebab perubahan pada variabel respon diketahui.

Taguchi
Desain taguchi merupakan desain parameter robust, yaitu metode atau teknik mendesain produk atau proses yang fokus pada minimalisasi variasi dan sensitivitas noise.

5. Control
Control adalah fase mengendalikan kinerja proses (x) dan menjamin cacat tidak muncul kembali. tool yang umum digunakan adalah diagram kontrol. fungsi umum diagram kontrol adalah sebagai berikut:
Membantu mengurangi variabilitas
Memonitor kinerja setiap saat
Memungkinkan proses koreksi untuk mencegah penolakan

Blue Ocean Strategy

Duh...ngeri juga nih, di penghujung 2008 kemaren Indonesia terkena dampak dari "Krisis Ekonomi Global" yang di picu oleh tingginya kredit macet perumahan dan investasi menuju hancurnya sistem ekonomi finansial dan perbankan di US sana, para ekonom (ahli ekonomi) memprediksi di 2009 pasti akan terasa efeknya, antara lain : eksport menurun terutama pasar US, kemampuan produksi perusahaan menurun, tingkat PHK meningkat, SBI naik yang pastinya akan berpengaruh kepada proses investasi dan produksi yang akan menjatuhkan segala jenis usaha.

Lalu saya ingat lagi dengan Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy) kira2 bisa ga sih strategi ini bertahan di global krisis sekarang ini? Buka2 lagi deh buku Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy) yang saya punya, buku karangan W.Chan Kim dan Renee Mauborgne ini mereka memplot strategi persaingan bisnis dalam dua jenis, pertama Red Ocean Strategy (Strategi Samudra Merah) yang menekankan kepada kompetisi dan persaingan ketat dan “berdarah”, saling hantam, dan mematikan. Sedangkan yang kedua adalah Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy), suatu strategi yang membidik ruang pasar baru dengan sentuhan inovasi nilai (value innovation). Menjadikan persaingan tidak relevan!.
Faktor-faktor kompetisi (competition factors) dalam persaingan peruhasaan dievaluasi. Hasilnya, ada faktor kompetisi yang dihilangkan (Elimination), dikurangi (Reduce), ditingkatkan (Increase) dan diciptakan (Create), E-R-I-C. Strategi Samudra Biru berorientasi pada inovasi nilai (value innovation). Ya,..memang banyak perusahaan yang terjebak dengan selalu mengedepankan inovasi teknologi (technology innovation). Mereka berasumsi bahwa menjual produk dengan teknologi tinggi dan super canggih akan secara otomatis diterima pasar dan meraih sukses besar. Kenyataannya tidak!. Kenyataanya, banyak produk (barang) atau jasa dengan teknologi ”biasa” namun apabila value yang ditawarkan tepat dan menarik bagi konsumen, akan laris manis. Strategi Samudra Biru memberikan penekanan yang sama terhadap value dan innovation.

Kanvas Strategi dipakai sebagai tool dalam memplot kondisi dan perbandingan dengan pesaing (competitor). Metode ini tergolong simpel dan dengan mudah memberikan gambaran dimana kompetisi saat ini sedang terjadi. Sumbu-X terdiri dari faktor-faktor kompetisi, semua faktor yang menjadi ajang kompetisi suatu produk (barang atau jasa). Contohnya untuk produk LCDTV; harga, fitur, kemudahan pemakaian, outlook design, layanan purna jual dan yang lainnya, menjadi faktor-faktor kompetisi. Bagimana dengan tipe bisnis yang lain?, ya jelas, faktor-faktor kompetisinya berbeda. Sedangkan Sumbu-Y merupakan relative level, yang terdiri dari level rendah (low), menengah (medium) dan tinggi (high). Kemudian dibandingkan dengan pesaing (competitor).
Bagaimana mengembangkan bisnis ke zona Samudra Biru?. Salah satu yang paling penting adalah menemukan New Value Factor. W.Chan Kim dan Renee Mauborgne memberikan tool six paths framework. Batasan-batasan konvensional kompetisi terdiri dari:

- Path 1 : across alternative industries

- Path 2 : across strategic groups within industries

- Path 3 : across the chain of buyers

- Path 4 : across complementary product and service offerings

- Path 5 : across functional or emotional appeal to buyers

- Path 6 : across time
Banyak perusahaan kelas dunia yang disajikan sebagai contoh sukses, juga dideskripsikan bagaimana mereka mampu mengeksplorasi batasan-batasan kompetisi dengan mengembangkan dan menyajikan produk atau layanan inovatif.

Pada bagian lain buku ini, W.Chan Kim dan Renee Mauborgne menuliskan bahwa terdapat tiga ciri atau karekteristik strategi yang baik:

- Focus (fokus) - Divergence (divergensi) - Compelling Tagline (slogan/motto yang menarik)

Yang tidak kalah menarik perhatian saya adalah yang ketiga ini; ”slogan/motto”. Hanya sekadar kata-kata menarik dan indah-kah?. Oh.. ternyata tidak!. Slogan/motto ini yang akan ”berbicara” ke pasar mengenai keunggulan produk atau layanan yang ditonjolkan. Jadi tidak sekadar rangkaian kata-kata puitis nan indah. Lebih dari itu!
Lalu, mungkinkah Strategi Samudra Biru dapat diaplikasikan pada negeri tercinta ini yang sedang bergeliat keluar dari bayang2 krisis ekonomi global, sehingga dapat segera lepas dari jerat keterpurukan dan menjadi bangsa yang kompetitif?.

Yang jelas, Prof. Kim pernah mengatakan bahwa Bule Ocean Strategy merupakan a way of thinking. Suatu cara pikir yang mendorong kita untuk lebih kreatif dalam menciptakan new value. Untuk para pebisnis, mahasiswa, praktisi pengembangan produk dan perencana strategi perusahaan sepertinya sangat cocok membaca buku international bestseller ini.
Bagaimana dengan strategi bisnis Anda; sudahkah fokus, divergence, dan memiliki slogan/motto menarik yang mampu berbicara ke pasar?.

sumber : Buku BOS, hardipurba

Nari Ondel-Ondel


Waduh, akhirnya jadwal "pentas" my little boy dateng juga nih...tgl 10 feb kemaren di istora senayan. Acara dari sekolahnya, liat tuh "Reyhan" paling ganteng...(ya iyalah cowok sendiri-an). Waktu persiapannya kalo di inget2 busyet...ribet juga tuh...dari latihan, gladi resik dll, udah gitu karena salah satu anak murid yang paling besar...eehh...kostumnya kaga ada yang muat...jadinya gurunya deh yang pontang-panting nyariin size yang sesuai.

Kalo yang di bawah ini "Reyhan & Bunda" lagi mejeng...mayan buat kenang-kenangan kapan lagi ya ga bun, .. eehh..reyhan mo punya adik ya? liat tuh bundanya "endut"...


~REYHAN on the Show...~

see you...bye...

Acara 7-Bulanan

Alhamdulillah, hirobbillalamin...
Kami ucapkan syukur kepada "Alloh SWT" atas ijin dan karunia-Nya kami sekeluarga masih di berikan Iman dan Islam, Nikmat Kesehatan dan Nikmat2 lainnya...Sholawat dan Salam selalu kami sampaikan kepada Junjungan Baginda Nabi Besar "Muhammad SAW".

Ga kerasa juga nih, waktu yang kami jalani dalam hidup ini, begitu juga dengan usia kehamilan istri saya untuk yang ke dua kalinya (udah 7 bulan man) ...alhamdullah selama ini kandungannya sehat. Bagi sebagian pasangan dalam memasuki 7-bulan ini biasanya ada tradisi acara 7-bulanan yaitu mengadakan acara selametan (ada juga yang dalam usia 4-bulan kehamilan) dengan pengajian biasanya dengan "Surah Yusuf dan Surah Maryam" tujuannya juga udah jelas kali ya...agar supaya ibu dan janin selalu dijaga dalam kesejahteraan dan keselamatan (wilujeng, santosa, jatmika, rahayu). Acara 7-bulanan kami yang kemaren (sabtu, 7 Feb '09) di laksanakan di rumah "nyokap dan bokap" (rumah ortu) di cilegon city, karena ya itu tadi saya dan istri ga sanggup mempersiapin semuanya untuk acara 7-bulanan ini ya terpaksa deh minta tolong ama ortu (ngerepotin terus ya) alhamdulillah meraka mau bantu, dengan mengundang ibu-ibu pengajian yang diikuti nyokap gw acara di mulai sekitar pukul 13.30 (ba'da zuhur). Acara hari sabtu siang kami sekeluarga baru sampe di cilegon jam 11 malem (malem sabtu), itu pun ga langsung ngebantuin nyokap yang masih sibuk nyiapin buat makanan dan kue2 ringan (snack), setelah rebahan sebentar mulai deh bantuin yang bisa di kerjain saya dan " Reyhan" anak pertama kami bikin kardus untuk kue mulai dari lipetin sampe jadi kotak kue kalo istri sih ke dapur gabung ama nyokap.

Pagi nya saya bantuin "marut" buah buat rujak, siapin lokasi buat acaranya, siapin sound sistem, geser2 meja dan kursi biar kaga sumpek, siapin alat dokumentasi dll. Due date acara yang di rencanakan di mulai dengan berdatangannya ibu2 dari majlis ta'lim satu persatu sampe acara di buka oleh pembawa acara dan pengajian di mulai di pimpin ama imamnya, karena ini acara nya kaum perempuan saya ga ikut dan milih jadi juru potret dan kumpul ama bokap di balakang rumah sambil ngemil "comro". Alhamdulillah sampe acara selesai semuanya lancar aman dan terkendali.

Akhirnya kami semua keluarga (istri, reyhan, ortu dan semuanya) cuman bisa berdo'a semoga janin yang ada di dalam rahim istri sehat wal'afiat, bayi yang lahir juga sehat wal'afiat sehat jasmani dan rohaninya, sehat fisik dan mentalnya, sehat lahir dan bathinnya normal keadaannya, di mudahkan dan selamatkan bayi dan bundanya ketika persalinan, semoga persalinannya bisa berjalan dengan lancar dan selamat.

Semoga anak-anak kami menjadi anak yang soleh dan sholehah, mengikuti semua perintah-Mu dan menjauhi segala larangan-Mu ya Alloh, Mengikuti Al-Qur'an dan Rosullullah Muhammad SAW, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi nusa bangsa dan agama serta sesama...
Amin ya Robbal-alamin.

Manajemen Perubahan Dan Harapan

Tak Peduli Seberapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga...ini yang menjadi salah satu provokasi bagaimana kita harus bisa untuk melakukan sesuatu agar tidak terjadi / mengalami Kegagalan, keterpurukan dll, demikian di ungkapkan oleh Rheinald Kasali, Ph.D. disalah satu bukunya "CHANGE" salah satu buku favorit saya.

Berubah atau mati! wuiihh..extreem banget ya kedengerannya, tapi itulah yang harus kita lakukan untuk memilih jalan yang akan kita lalui. Perubahan ini bisa dilakukan oleh siapa saja baik itu individu, negara, kelompok (perusahaan, partai politik dll) yang semuanya bermuara untuk bertahan hidup, dan kelangsungan hidup. Dalam setiap perubahan selalu ada dua pihak: mereka yang menganut asas "seeing is believing" dan "believing is seeing". Padahal untuk menciptakan perubahan, pertama-tama harus ada yang bisa mengajak semua pihak "melihat". Namun ini saja tidak cukup. Mereka yang "melihat" belum tentu "bergerak" dan yang "bergerak" belum tentu "mampu menyelesaikannya", oleh karena itu di butuhkan seseorang yang berperan sebagai pemimpin atau leader. Dan sebagian orang telah terperangkap oleh kesuksesan masa lalu.


Lalu bagaimana "perubahan" atau "Change" pada diri saya pribadi..? dan keluarga saya..? itulah pikiran yang selalu mampir di benak saya, tiap hari, tiap malam karena dengan status saat ini perubahan pada diri dan keluarga saya harus secepatnya terjadi kalau saya tidak mau "kebakaran Jenggot" jika sesuatu hal akan terjadi dan belum bisa saya antisipasi, perubahan yang di maksud antara lain:
  • Perubahan Takwa saya kepada-Nya
  • Perubahan kedewasaan dan cara pandang dan pola pikir
  • Perubahan cara memimpin
  • Perubahan financial and economic demand
  • Dan perubahan semua aspek pada diri saya dan keluarga untuk selulu mendapatkan "Ridho-Nya"

Ada sesuatu hal belum bisa saya definisikan untuk memulainya, dan inilah satu hal yang sulit dan sedang saya cari, How to Start...can I? lalu siapkah saya untuk menjalani perubahan itu, padahal tidak semua orang mau dan mampu untuk berubah...